Mantel sudah kering dan sudah saya lipat. Setelah itu akan saya ikat di jok belakang sepeda motor. Kompor Portable, Gas, Kamera, dan Batrai sudah saya charger hingga dayanya terisi penuh. Akomodasi perbekalan akan saya beli di tengah perjalanan, ketika hampir sampai lokasi. Hari ini, (09/10/2022) saya akan mengikuti pertemuan Komunitas Honda Win Banyuwangi yang biasanya disebut Kopdar. Pertemuan tersebut akan dilaksanakan di Bukit Sewu Sambang, Kalipuro, Banyuwangi.

Beberapa wilayah di Banyuwangi kerap diguyur hujan untuk 3 hari belakangan ini. Salah satunya di desa saya Seneporejo, Kec. Siliragung. Pun pagi ini ketika saya akan berangkat kopdar, hujan masih saja turun. Dari kemarin sore hingga pagi ini, tak kunjung reda. Namun informasi yang saya dapat dari grup WA komunitas, bahwa di daerah Sewu Sambang cuacanya cerah.

Setelah hujan agak reda, saya mengambil lagi mantel dan memakainya lalu berangkat mesklipun agak gerimis. Namun hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari rumah, hujan kembali turun dengan deras. Karena saya sudah memakai mantel akhirnya perjalanan saya lanjutkan. Hingga terjadi sebuah kendala yang tidak saya antisipasi. Oler gas motor putus, dan itu diluar dugaan saya.

Untuk masalah motor, saya tidak paham sekali. Hal tersebut mengharuskan saya untuk menghubungi salah satu kawan yang telah tiba di titik kumpul lebih dulu. Dani namanya. Selang beberapa menit Dani datang, karena perlengkapan bengkel juga tidak ada dan oler gas juga harus membeli ditoko akhirnya motor harus didorong sampai menemukan bengkel.

Sedikit sungkan juga saya kepada Dani, karena dia harus mendorong motor dari Jajag hingga Srono. Itu karena pada hari Minggu, bengkel jarang ada yang buka. Adapun yang buka hanya jual part motornya saja. Tidak dengan tenaga pasangnya. Sampailah di Srono ada satu bengkel yang baru buka dan kamipun langsung belok dan memperbaiki motor di bengkel tersebut.

Rogojampi sampai Kalipuro Tidak Hujan

Motor sudah selesai di perbaiki, motor pun juga sudah kembali normal. Kami langsung melanjutkan perjalanan ke Rogojampi, karena di situ merupakan titik kumpul paling tengah untuk pertemuan dari arah Jajag dan Genteng. Dan Rogojampi memang biasa menjadi titik kumpul pertama saat Komunitas Honda Win mengadakan kopdar ataupun acara ke arah Banyuwangi Kota.

Sampai di pertigaan Lampu Merah Rogojampi, kondisi aspal dan tanah di pinggirannya tidak ada tanda-tanda adanya hujan, kering. Padahal untuk wilayah Srono ke selatan, hujan turun dengan lebat mulai kemarin sore hingga pagi tadi. Untuk beberapa titik di Kecamatan Pesanggaran bahkan ada yang sampai banjir. Pun kalau dilihat dari kecerahan langit dan motif awan, sepertinya arah ke Banyuwangi kota atau Kalipuro kondisi cuacanya cerah.

Di pertigaan utara Puskesmas Gitik – Rogojampi sudah ada beberapa kawan yang sudah menunggu, kami pun berhenti untuk berjabat tangan karena sudah agak lama tidak bertermu. Sekaligus kami mencopot mantel yang sedari tadi masih kami pakai karena hujan.

Sebelum melanjutkan perjalanan, kami memutuskan dulu rute mana yang akan diambil untuk menuju Bukit Sewu Sambang. Kami mencari rute yang poling cepat dan aman, karena beberapa dari kawan kami sudah ada yang sampai di Sewu Sampang sejak kemarin sore. Mereka camp disana.

Awalnya memang agenda kami ada konsep camp-nya, namun karena cuaca di beberapa wilayah yang tidak memungkinkan untuk berangkat akhirnya agenda itu dibatalkan. Hujan masih menjadi kendala kegiatan kami. Tapi karena beberapa kawan sudah terlanjur mempersiapkan kegiatan camp seperti tenda, akomodasi, niat, serta ijin dari istri atau orang tua akhirnya mereka tetap camp.

Memasuki Area Sewu Sambang

Jalan sudah mulai bertanah dan berbatu, pun juga sudah ada sebagian yang menanjak. Pertanda kami semakin dekat dengan lokasi acara. Pemandangan laut atau Selat Bali juga sudah terlihat remang-remang dari balik pohon. Memasuki kawasan Bukit Sewu Sambang justru kondisi jalan semakin bagus, jalan di kawasan tersebut sudah dibangun dengan cara di paving. Tanjakan-tanjakan kecil menjadi keseruan tersendiri bagi kami saat menarik gas motor. Hijaunya rumput yang tumbuh menyelimuti bukit serta selat bali yang semakin terlihat jelas, membayar lunas ekspektasi kami saat hanya dapat melihat Sewu Sambang dari media sosial.

Cuaca disana cerah, angin yang bertiup membuat suasana sejuk dan meminimalisir panasnya matahari. Untuk mencapai puncak bukit ada 2 jalan yang disediakan. Tangga dari semen, untuk pejalan kaki dan jalan setapak dapat dilewati dengan motor. Jalannya memang memiliki kemiringan yang curam, namun masih dapat dinaiki motor bahkan motor metic. Yang terpenting selalu hati-hati. Jikalau tidak berani atau takut, dibawah sudah disediakan area parkir.

Kamipun menaiki motor satu per satu untuk ke puncak. Pelan namun pasti dan keselamatan yang utama. Sampainya di puncak ternyata fasilitasnya juga sudah cukup lengkap. Mulai dari Warung, Toilet, Gazebu/Gubuk untuk berteduh, Aula, serta tempat Sholat. Terlihat juga papan informasi mengenai denah dari kawasan Sewu Sambang.

Sampainya di puncak, motor kami tata rapi sebagai persiapan foto nanti sebelum pulang. Serta menjaga keindahan dari lokasi, apabila motor yang kami naiki diparkir sembarangan dan berantakan pastinya akan mempengaruhi keindahan sekitar.

Kami pun menikmati suasana Sewu Sambang dengan duduk-duduk di bawah pohon dan Gazebu. Sembari ngobrol santai terkait komunitas serta pastinya sambil makan dan minum karena perut juga sudah mulai berbunyi pelan.

Jangan Jadi Donatur Sampah

Sewu Sambang memang indah dan memiliki potensi wisata yang cukup baik. Fasilitas-fasilitas juga sudah mulai dilengkapi oleh pengelola, salah satunya tempat sampah. Namun meskipun sudah disediakan tempat sampah, pengunjung tetap meninggalkan sampah atau membuang sampah sembarangan. Jadilah pengungjung yang bijak, ababila datang membawa sampah dan tidak mau membawa pulang sampah tersebut alangkah bijaknya membuang sampah pada tempatnya.

Terlihat banyak sekali sampah bungkus makanan, mulai dari bungkus mie, roti, permen, kopi, minuman bahkan ada pampers bayi yang dibuang tidak pada tempatnya. Padahal pengelola sudah menyediakan fasilitas tempat sampah dan himbauan agar tidak membuang sampah disembarang tempat.

Hal tersebut juga mendorong kami untuk bergerak membersihkan atau mengambil sampah diarea tersebut, khususnya sampah plastik. Kami pun sebagai orang atau kelompok yang sering berwisata dibeberapa daerah pastinya datang membawa sampah, terutama sampah perbekalan. Tapi yang harus kita sadari semua, apabila kita tidak dapat membawa pulang sampah yang kita bawa minimal membuang sampah pada tempatnya. Hal itu untuk menjaga agar lingkungan tidak tercemar, tempat wisata tetap indah untuk dipandang, dan sensasi kenyamanan untuk kita sendiri saat berwisata. Selesai dari memberishkan sampah, kami tutup agenda siang itu dengan foto bersama.

Sebelum Setelah